MGMP Pemasaran SMK Kukar Kunjungi SKK Migas, Perluas Wawasan Guru tentang Industri Hulu Migas
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pemasaran (MGMP) SMK atau Komunitas Belajar Guru Pemasaran SMK Kutai Kartanegara (Kukar) mengunjungi SKK Migas Kalimantan-Sulawesi (Kal-Sul) di Balikpapan, Jumat (23/10/2026).
Kunjungan ini menjadi
bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru sekaligus menyelaraskan
kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Ketua MGMP Pemasaran
SMK Kukar, Doni Purnomo, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memantapkan
program kerja komunitas guru pemasaran sekaligus memperbarui kurikulum agar
semakin relevan dengan perkembangan dunia industri.
“Melalui kegiatan
ini, kami ingin memantapkan program kerja guru pemasaran dan meremajakan
kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar
Doni.
Menurutnya, kunjungan
ke SKK Migas juga menjadi kesempatan bagi para guru untuk memperluas wawasan
mengenai potensi sumber daya alam Kalimantan Timur, khususnya sektor minyak dan
gas bumi (migas).
Ia berharap,
pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi tambahan referensi
bagi para guru dalam mengembangkan materi pembelajaran yang lebih kontekstual
dan sesuai dengan perkembangan industri.
“Kami berharap dari
kegiatan ini nantinya tim dari skk Migas juga dapat memberikan pengetahuan
tentang kegiatan hulu migas di sekolah SMK kami, selain itu kami juga dapat
menambah wawasan para guru, terutama mengenai potensi migas di Kalimantan
Timur, sehingga bisa menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
bagi siswa,” tambahnya.
Sementara itu,
Kehumasan SKK Migas Kal-Sul, Mutiara, menjelaskan bahwa sektor hulu migas
memiliki tahapan kegiatan yang panjang, mulai dari pencarian dan eksplorasi
sumber daya minyak dan gas bumi hingga pengelolaan hasil produksi sebelum
dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Secara umum, kami
menjelaskan proses kegiatan hulu migas, mulai dari pencarian dan eksplorasi
sumber daya minyak dan gas bumi hingga proses pengelolaannya sebelum
menghasilkan produk yang selanjutnya dimanfaatkan masyarakat,” jelas Mutiara.
Materi tersebut
memberikan gambaran kepada para guru pemasaran SMK di Tenggarong mengenai
proses panjang di balik pemanfaatan energi yang selama ini digunakan dalam
kehidupan sehari-hari.
Melalui kunjungan
ini, para guru diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai industri
hulu migas, tetapi juga dapat mengintegrasikan pengetahuan tentang dunia
industri ke dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, materi yang disampaikan
kepada siswa semakin dekat dengan kondisi nyata di lapangan serta mendukung
kesiapan lulusan SMK menghadapi kebutuhan dunia kerja. (mid)